Kompetisi fashion yang menjadi salah satu rangkaian acara Indonesia fashion Week 2012, telah memasuki tahap pemilihan 8 besar finalis. Proses seleksi tersebut berlangsung kemarin, Kamis (19/01) bertempat di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta. Acara berlangsung mulai pukul 11.30, dihadiri oleh 19 semifinalis yang sebelumnya telah diseleksi pada Senin (16/01). Para peserta dikumpulkan di ruang rapat yang berada di lantai 2, Gedung Kompas Gramedia. Satu persatu peserta dipanggil ke ruang juri untuk melalui proses penilaian lebih lanjut.
Adapun dewan juri yang menjadi tim penilai pada proses seleksi ini adalah Ami Wirabudi - editor in chief Instyle Indonesia, Susan Budihardjo – desainer senior dan pemilik sekolah mode Susan Budiharjo, Retno Murti - editor in chief fashion Pro.
Pada proses seleksi tersebut, setiap peserta membawa contoh busana yang pernah mereka buat. Peserta kemudian mempresentasikan 6 buah desain yang telah dibuat untuk kompetisi tersebut, termasuk menunjukkan contoh bahan dan karya mereka. Selanjutnya, para juri mengajukan pertanyaan yang secara umum terdiri dari: intepretasi para peserta terhadap sarung dalam desain mereka, pandangan dan pengalaman peserta di dunia bisnis fashionserta kesiapan mereka untuk memproduksi desain secara massal.
Rata-rata semifinalis tersebut berasal dari sekolah mode ternama seperti La Salle Singapore, ESMOD Jakarta dan LPTB Susan Budihardjo. Namun tercatat pula peserta yang bersekolah di jurusan fashion design beberapa universitas. Bahkan, ada pula yang mengaku otodidak dalam mendalami ilmu desainnya.
Dari 19 semifinalis yang mengikuti proses penilaian kemarin, terpilihlah 8 nama yang dipandang pantas untuk bersaing di babak final. Ke delapan nama yang terpilih ada yang masih berstatus siswa di sekolah mode, ada pula yang sudah menjadi alumni.
Rata-rata peserta yang terpilih memang sudah terbukti memiliki pengalaman di bidang fashion. Beberapa di antara mereka, ada yang sudah mulai memproduksi dan membuat label sendiri. Meski hal tersebut bukanlah syarat mutlak, karena ditemui pula peserta yang telah sukses membuka usaha sendiri namun tidak lolos menjadi finalis. Malah beberapa peserta yang masih kurang pengalaman bisa terpilih. Semua ini tentu disesuaikan dengan kriteria yang telah dibakukan dalam kompetisi ini.
Salah satu juri, yaitu Susan Budiharjo menyampaikan, kelemahan mendasar para peserta pada kompetisi ini adalah kurangnya pemahaman akan konsepready to wear itu sendiri. Selain itu peserta juga banyak yang belum siap untuk mengembangkan desainnya ke ranah bisnis fashion ready to wear. Mereka masih terlena dengan fenomena desain couture untuk menunjukkan keunikan mereka. Padahal, saat ini perkembangan industri desain lebih banyak ditunjang oleh busana ready to wear.
Selain itu, para peserta juga masih banyak yang belum menemukan cara pemaknaan sarung ke dalam desain mereka. Ada yang sekedar memasukan potongan-potongan kain sarung ke dalam rancangannya tanpa memikirkan kecocokan dan makna paduan sarung itu sendiri. Bahkan, masih ada yang belum memahami bagaimana memadukan sarung dalam rancangan mereka.
Proses penjurian berlangsung hingga pukul 14.30. Setelah kedelapan nama terpilih, maka panitia diwakili oleh Franka dan Alvin langsung mengumumkan nama finalis tersebut. Semifinalis yang tidak terpilih diperbolehkan untuk pulang, sementara delapan finalis terpilih langsung diberikanbriefing lanjutan oleh panitia.
Briefing disampaikan oleh Retno Murti dan Susan Budihardjo. Para finalis diberitahukan untuk mewujudnyatakan 3 dari 6 desain yang telah mereka buat. Adapun tiga desain tersebut sudah dipilih bersama dengan juri saat sesi penjurian. Selain itu, peserta mendapat tugas tambahan untuk membuat satu buah desain sarung look menggunakan produk dari Gajah Duduk dari pihak sponsor. Karya-karya peserta tersebut nantinya akan ditampilkan pada hari terakhir perhelatan Indonesia fashion Week, tanggal 26 Februari 2012 di Plenary Hall, JCC.
Setelah briefing dari juri, pihak panitia turut menambahkan informasi kepada para finalis. Informasi tersebut terkait dengan deadline pengumpulan busana yang akan ditampilkan serta teknis lanjutan lainnya. Seusai briefing, para finalis menjalani sesi wawancara singkat untuk keperluan direktori Program Book IFW.
Berikut adalah nama 8 finalis Indonesia fashion Entrepreneur Competition - Ready to Wear, Ready to Go
1. Eridani, nomor peserta 005
2. Indah Pramita, nomor peserta 007
3. Shahnaz Soraya, nomor peserta 012
4. Natasha Dame Novita, nomor peserta 021
5. Rianti Oktaviany Tantra, nomor peserta 028
6. Yayak Suryo Baskara, nomor peserta 040
7. Ilham Mulyadi, nomor peserta 041
8. Iwan Amir, nomor peserta 053
Web Design Jakarta
Latest posts by Web Design Jakarta (see all)
- catatan tentang impian - May 20, 2013
- Bank syariah sulit berkembang selama masih jadi anak usaha - May 19, 2013
- Jual Buku DUA SISI UMAR BIN KHATHTHAB - May 18, 2013
- Jual Buku “BEGINILAH RASULULLAH BERBISNIS” - May 18, 2013
- Electronic Commerce Dalam Bisnis - May 17, 2013
Artikel ini di cari dengan keyword :
- Ilham mulyadi desainer fashion




